BUDIDAYA KANGKUNG DARAT CABUTAN

3:00 AM


Kangkung darat (Ipomea Sp) adalah komoditas sayuran yang masuk ke dalam famili Convolvulaceae. Tanaman ini tumbuh merambat di atas tanah, bentuk daun memanjang berwarna hijau muda dan merupakan sumber provitamin A. biasanya kangkung digunakan untuk olehan sayur bisa ditumis atau dipelecing. Selain diolah kangkung juga bisa digunakan sebagai pakan ternak seperti kelinci. Menurut tempat hidupnya kangkung dibedakan menjadi dua yaitu : kangkung air yang hidup di tempat berair dan kangkung darat yang hidup di tempat kering. Kangkung darat ini merupakan rumpun tanaman perdu yang dapat tumbuh dengan cepat apabila mendapat perlakuan pemupukan dan dan pengairan secara cukup.
Pada saat saya mengikuti pertemuan di sebuah tempat rekreasi alam di kabupaten Semarang yang cukup terkenal, banyak sekali dibudidayakan kangkung dengan cara kering. Kangkung-kangkung yang telah dipanen dengan cara dicabut kemudian di jual di toko organik yang berada di depan kantor dan juga di sajikan bagi pengunjung yang memesan menu makan sayur kangkung.
Melihat dari cara budidayanya yang sepenuhnya organik menjadikan saya berfikir bahwa budidaya kangkung ini sangat prospek. Pada luasan 100m2 dapat dipanen kangkung sampai kurang lebih 300 ikat. Jika di hitung harga kangkung 1 ikat Rp. 2.500, maka penghasilan dari budidaya 100m2 adalah Rp. 250.000. dengan lama budidaya 21-25 hari. Apabila dibandingkan dengan budidaya padi yang 4 bulan maka kangkung bisa di panen 4-5 kali. Hal tersebut tentu menjadi daya saing bagi pembudidayaan padi.
Cara budidaya kangkung darat ini sangatlah mudah. Langkah-langkah budidayanya adalah :
1.  Tanah diolah dengan bajak atau di cangkul, jika lahannya luas bisa menggunakan cultivator. Kedalaman pembajakan adalah 20-30cm. setelah rata dan berish dari rumpul liar kemudian membuat bedengan sebebar 2 meter panjang bisa mengikuti panjang lahan, maksimal 50 meter. Kemudian jika panjangnya lebih dari 50 meter bisa di buat bedengan lagi. Arah bedengan adalah timur –barat supaya tanaman nanti bisa mendapatkan sinar cahaya matahari penuh.
2.  Pemberian kapur pertanian (dolomite) jika di ukur pH tanah rendah.
3.  Jika ingin melakukan budidaya secara organik penting untuk dilakukan pemupukan secara merata sebelum tanah di olah, sehingga ketika pengolahan tanah sudah gembur karena tercampur dengan pupuk. Untuk meningkatkan kemampuan penyerapan pupuk dapat memanfaatkan bakteri dari pupuk cair dengan cara melakukan penyemprotan pada bedengan yang telah jadi atau melakukan perendaman benih yang akan ditanam. Pupuk organik yang direkomendasikan sebanyak 20 ton/Ha, paling bagus adalah dari kotoran ayam karena kandungan nitrogennya lebih tinggi. Pupuk organik berfungsi untuk menyediakan hara tanaman, dan menjaga tesktur serta struktur tanah.
4.  Jika menggunakan sistem tanam non organik maka dapat diberikan pupuk urea dengan dosis 150 Kg/Ha pada waktu 10 hari setelah tanam.
5.  Pencegahan gulma pada tanam organik bisa dilakukan dengan cara pencabutan atau membersihkan sisa-sisa gulma setelah proses pembajakan. Sedangkan pada sistem tanam non organik  pencegahan gulma bisa dilakukan dengan penyemprotan herbisida, agar rumput liar tidak tumbuh yang dapat mengganggu pertumbuhan kangkung darat.
6.  Penanaman dilakukan dengan cara menebarkan benih secara merata pada bedengan yang telah jadi, ketika kangkung sudah tumbuh kemudian dilakukan penjarangan. Atau bisa juga langsung membuat lubang tanam dengan jarak 20 cm x20 cm, setiap lubang tanam diisi dengan 2-5 biji.
7.  Biji kangkung akan berkecambah selang 3 hari setelah penanaman jika didukung dengan kelembapan tanah yang cukup
biji kangkung sudah mulai tumbuh
8.  Biji yang telah berkecambah dibiarkan selama 21 hari dengan tetap menjaga kelembapan air, bisa dengan irigasi atau menyemprot menggunakan selang, tetapi tidak sampai tanah jenuh air.
kangkung usia 15 hari
9.  Pemeliharaan tanaman hanya mengamati keadaan tanah agar tidak terlalu kering dan juga pengamatan dari serangan hama, biasanya hama yang menyerang adalah ulat grayak (Spidoptera litura F), kutu daun (Myzus Persiceae Sultz) dan Aphis gossypii. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman kangkung yaitu karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomea reptans. Pengendalian hama dan penyakit bisa menggunakan pestisida nabati atau pestisida organik untuk menjaga keamanan konsumen, karena tidak adanya residu yang ditimbulkan. Selain itu penting juga untuk menjaga tanaman agar tetap sehat, karena tanaman yang sehat akan sult terkena penyakit. Jika tidak ada hama / penyakit yang menyerang maka tidak perlu dilakukan penyemprotan. Pencegahan dapat dilakukan dengan menanam tanaman refugia (bunga-bungaan, misal : kenikir) di sekitar pematang sawah untuk melestarikan musuh alami.
Jika sudah berumur antara 21-25 hari maka tanaman siap dipanen. Pemanenen dilakukan dengan cara mencabut tanaman sampai ke akarnya, kelebihan dari pemanenan ini dibandingkan dengan cara panen di potong adalah tanaman lebih segar dan tidak cepat layu. Selanjutnya bisa dilakukan pembersihan akar tanaman dari tanah dan siap di pasarkan tau di olah sendiri.
Penting untuk tidak meninggalkan sisa tanaman kangkung di sawah, apalagi memiliki pola tanam padi. Bagian kangkung yang tertinggal bisa menjadi gulma pada pertanaman padi karena bisa tumbuh dengan cepat pabila kondisi air terpenuhi dengan cukup, bahkan pada situasi air yang berlebih tanaman kangkung masih dapat tumbuh. Tanaman yang tumbuh selain tanaman budidaya tentu akan menyulitkan dalam meningkatkan hasil produksi karena adanya persaingan dalam memperebutkan hara, ruang dan cahaya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
February 14, 2020 at 7:42 PM delete

bertanam kangkung darat ini memang termasuk bercocok tanam sayur yang sangat mudah, sy sendiri sudah melakukannya. kini tanaman sayur saya taruh di dalam polibag ukuran sedang. Alhamdulilah sekarang sudah berumur 3 hari, dan sudah mulai tumbuh.

Reply
avatar

Silahkan memberi komentar yang membangun EmoticonEmoticon