INDIKATOR KUALITAS KREDIT

10:37 PM
Untuk mengukur suatu kredit diperlukan indikator, indikator-indikator inilah nantinya akan mengerucut menjadi suatu kesimpulan berkualitas atau tidaknya kredit. Kredit di sebut juga dengan angsuran, pembelian atau pun pengembalian dengan cara di cicil atau tempo. Banyak perusahaan mempunyai aturan indikator yang berbeda-beda untuk mengukur kredit yang sedang dalam proses atau INPG, tetapi pada hakikatnya sama.
Indikator ini berguna juga untuk mengetahui penyimpangan dari aturan pemberian kredit yang telah ditetapkan perusahaan, semakin indikator memperlihatkan tunggakan dengan prosentase yang tinggi maka penyimpangan juga semakin tinggi.
Indikator ini berhubungan dengan INPG (in progress), survay finance biasanya menggunakan INPG 6 bulan. Misalkan bulan ini bulan November 2014 maka INPG bulan November adalah konsumen-konsumen yang masih dalam prosess kredit/ tempo baik itu sudah lunas maupun belum bulan : Mei 2014, Juni 2014, Juli 2014, Agustus 2014, September 2014, dan Oktober 2014. 
Rumus INPG = -6M+ -5M+ -4M+ -3M+ -2M+ -1M      ------> M= month (bulan) dalam contoh di atas bulan November 2014.
Termasuk dalam INPG adalah = konsumen yang belum lunas + konsumen yang sudah lunas + konsumen yang motornya di tarik.
INPG ini sebagai pembagi dari indikator-indikator kualitas kredit. Jika ingin mendapatkan prosentase tunggakan yang kecil INPG harus selalu bertambah. Jika INPG mengalami penurunan dari banding bulan sebelumnya maka dapat disimpulkan produktifitas jual kredit menurun.
Beberapa indikator yang di pakai dalam perusahaan finance antara lain :
1. FID (First Installment Default).
FID kalau di artikan angsuran pertama yang bermasalah. Tetapi lebih jauh lagi FID dapat di artikan angsuran dalam INPG (in progress) yang menggak. FID dapat di bagi menjadi dua :
a. FID 3 plus. FID 3 plus adalah angsuran dalam INPG yang menunggak lebih 3 hari dari tanggal jatuh tempo. Misalkan tanggal jatuh tempo 2 November 2014, tetapi sampai tanggal 6 November 2014 konsumen belum melakukan pembayaran maka konsumen masuk kategori FID 3 plus.
FID 3 plus ini menggunakan INPG 6 bulan sebagai pembaginya. Dengan rumus perhitungan sebagai berikut :
                      Jumlah konsumen terlambat >3hari  dalam INPG 6bln
FID 3 plus = ------------------------------------------------------------------ x 100%
                                               jumlah INPG 6 bulan
b. FID 30. FID 30 adalah angsuran dalam INPG yang menunggak lebih dari 30 hari dari tanggal jatuh tempo. Misalkan tanggal Jatuh tempo 1 Oktober 2014, tetapi sampai tanggal 2 November 2014 konsumen belum melakukan pembayaran maka konsumen masuk kategori FID 30. 
Konsumen yang masuk dalam FID 30 bisa masuk juga dalam kategori FID 3 plus.
Dalam perhitungan INPG 6 bulan, FID 30 berbeda dengan FID 3 plus. Berikut rumus INPG FID 30 :
INPG FID 30 = -7M+ -6M+ -5M+ -4M+ -3M+ -2M   ----------> M=month dalam contoh disini bulan November 2014.
INPG FID 30 Bulan November 2014 = April 2014, Mei 2014, Juni 2014, Juli 2014, Agustus 2014, dan September 2014.
Rumus perhitungan nya adalah sebagai berikut :
                Jumlah konsumen terlambat >30hari dalam INPG 6bln
FID 30 = ------------------------------------------------------------------- x 100%
                                       Jumlah INPG 6 bulan
prosentase FID 30 harus lebih kecil dibandingkan dengan prosentase FID 3 plus, artinya kredit dalam keadaan sehat. Jika di temukan prosentase FID 30 lebih besar di bandingkan prosentase FID 3 plus maka kredit yang menunggak dan tidak terselesaikan semakin banyak.
Batas FID 3 plus adalah 10%, sedangkan batas FID 30 adalah 5%. Di atas itu dapat dikategorikan kredit tidak sehat.
2. FPD (First Payment Default).
FPD merupakan angsuran nol yang belum melakukan pembayaran lebih 3 hari dari tanggal jatuh tempo. Kalau dalam FID 3 plus, faktur-faktur FPD ini adalah faktur -1M.
Konsumen yang bagus tidak akan masuk FPD, jika terdapat konsumen masuk FPD maka kemungkinan besar konsumen tersebut akaan menunggak di angsuran-angsuran berikutnya.
                               Jumlah konsumen -1M
FPD =------------------------------------------------------------- x 100%
            Jumlah konsumen -1m yang menunggak > 3 hari
Batas FPD adalah 0%.
3. BQ (Booking Quality).
BQ dapat diartikan sebagai ketepatan pembayaran angsuran oleh konsumen. Jika konsumen membayar angsuran melebihi dari tanggal jatuh tempo / lebih 1 hari dari tanggal jatuh tempo maka konsumen tersebut masuk dalam BQ. BQ dibagi menjadi 3 :
a. BQ 1
BQ 1 adalah ketepatan pembayaran angsuran konsumen yang masuk kedalam faktur -1M. Berikut rumus perhitungan BQ1 :
            Jumlah konsumen -1M bayar sampai tanggal jatuh tempo
BQ1 = --------------------------------------------------------------------- x 100%
            Jumlah konsumen -1M sampai tanggal jatuh tempo
Batas BQ 1 adalah 99%.
b. BQ 2
BQ 2 adalah ketepatan pembayaran angsuran konsumen yang masuk kedalam faktur -2M. Berikut rumus perhitungan BQ2:
             Jumlah konsumen -2M bayar sampai tanggal jatuh tempo
BQ 2 = ----------------------------------------------------------------------- x 100%
             Jumlah konsumen -2M sampai tanggal jatuh tempo
Batas BQ2 adalah 97%.
c. BQ 3
BQ3 adalah ketepatan pembayaran angsuran konsumen yang masuk kedalam faktur -3M. berikut rumus perhitungan BQ3:
           Jumlah konsumen -3M bayar sampai taanggal jatuh tempo
BQ3= ------------------------------------------------------------------------- x100%
           Jumlah konsumen -3M sampai taanggal jatuh tempo
Batas BQ3 adalah 95%.
BQ lebih detail dibandingkan indikator yang lain, jika pencapaian BQ tidak bagus maka kemungkinan besar terjadi penyimpangan terhadap penilaian kelayakan kredit.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

13 comments

Write comments
February 1, 2016 at 3:01 PM delete

Yth. Sdr Debby. Saya ingin menanyakan referensi buku yang anda gunakan dalam penjelasan indikator kredit tersebut, judul buku, penerbit serta pengarangnya. Atas bantuannya saya ucapkan terimakasih banyak.

Reply
avatar
February 4, 2016 at 1:21 AM delete

untuk bukunya sy blm pernah baca, itu saya dapatkan ketika menjadi Credit Marketing Supervisor pada sebuah perusanaan finance

Reply
avatar
April 27, 2016 at 10:08 AM delete

Dalam perhitungan FID di atas, pada bagian pembagi yaitu jumlah INPG 6 bulan untuk nilai M nya di sini seperti apa ya? Mohon contoh kasusnya, terima kasih.

Reply
avatar
May 1, 2016 at 5:45 AM delete

INPG adalah konsumen-konsumen yang masih dalam proses kredit/ tempo baik itu sudah lunas maupun belum. Contoh pada bulan April 2016. Yang masuk FID30 : September 2015, Oktober 2015, November 2015, Desember 2015, Januari 2016, dan Februari 2016.
Biasanya pada perusahaan finance pembiayaan pada tanggal 26 ke atas tanggal jatuh temponya di jadikan tanggal 1bulan berikutnya, misal tanggal pencairan uang 26 april 2016 maka tanggal jatuh tempo angsuran pertama bukan 26 mei 2016 tapi 1juni 2016. Sedangkan untuk pencairan tanggal 25 april 2016 jatuh tempo tetap tanggal 25 setiap bulannya. Maka FID30 bulan April 2016: Faktur tanggal 26 Agustus 2015 s/d faktur tanggal 25 Februari 2016.
Contoh kasus :
Dari tanggal 26 Agustus 2015 s/d 31 Agustus 2016 ada pencairan 5 Faktur
Dari tanggal 1 September 2015 s/d 30 September 2015 ada pencairan 40 faktur
Dari tanggal 1 Oktober 2015 s/d 31 Oktober 2015 ada pencairan 25 faktur
Dari tanggal 1 november 2015 s/d 30 november 2015 ada pencairan 24 faktur
Dari tanggal 1 desember 2015 s/d 31 desember 2015 ada pencairan 35 faktur
Dari tanggal 1 januari 2016 s/d 31 januari 2016 ada pencairan 31 faktur
Dari tanggal 1 februari 2016 s/d 25 februari 2016 ada pencairan 25 faktur
Maka INPG FID30 pada bulan April 2016 adalah = 5+40+25+24+35+31+25 = 185

*) Pencairan = bisa diartikan pembiayaan/kredit
Faktur-faktur pencairan yang masuk di dalam bulan INPG dari 26 Agustus 2015 s/d 25 Februari 2016 walaupun sudah lunas, macet/ditarik tetap masuk dalam INPG

Reply
avatar
May 14, 2016 at 5:56 AM delete

Pasti sebelumnya kerja di nsc y mas

Reply
avatar
October 20, 2016 at 2:59 AM delete

Alumnus nsc recruit mt/sdp ya om? Boljug ulasany

Reply
avatar
November 7, 2016 at 10:54 AM delete

iya mas Yudha, terima kasih sudah berkunjung

Reply
avatar
September 13, 2017 at 11:29 AM delete

MAS IJIN TANYA DONG, PEMBAGI DAN DIBAGI ITU FAKTUR YA? BUKAN OUTSTANDING TERAKHIR DARI DEBITURNYA?

Reply
avatar
September 13, 2017 at 11:31 AM delete

MAS TOLONG JELASIN LEBIH DETAIL LAGI, SATUAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PEMBAGI DAN DIBAGINYA. APAKAH JUMLAH DEBITUR YANG MASUK SELAMA 6 BULAN TERAKHIR. ATAU OUTSTANDING TERAKHIR DARI DEBITUR. TERIMAKASIH

Reply
avatar
September 14, 2017 at 11:48 PM delete

terima kasih sudah berkunjung. Perhitungan tunggakan sesuai indikator yang saya paparkan adalah persen dari jumlah nasabah macet dibandingkan dengan nasabah/konsumen yang bayar. Jadi bukan nominal rupiahnya. Penghitungan nominal rupiah dari outstanding yang dikeluarkan perusahaan di bandingkan dengan perhitungan jumlah pembayaran angsuran dan bunga oleh konsumen merupakan perhitungan laba dan rugi. Sehingga tidak masuk dalam indikator kualitas kredit. Maksud dari indikator ini adalah mencegah kerugian dari ketidak tepatan analisa konsumen yang kredit, sehingga nantinya dapat mengevaluasi kierja dari petugas surveyor

Reply
avatar
September 14, 2017 at 11:57 PM delete

terima kasih atas kunjungan Anda. Baik, satuan yang dipergunakan pada indikator tersebut adalah jumlah faktur (jumlah konsumen yang melakukan kredit) jadi bukan nominal uang yang dikredit. Indikator ini memiliki tujuan untuk mencegah kerugian perusahaan karena kurang teliti/hati-hatinya dalam menganalisa konsumen. Dari indikator tersebut maka dapat dilihat kinerja dari masing-masing surveyor(petugas analisa kredit). Ketika terjadi penyimpangan maka dapat diketahui lebih dini dari FPD (angsuran pertama) dan 3 MOB(prosentase kelancaran pembayaran dalam jangka waktu 3 bulan setelah kredit). JIka hasil analisa nya benar maka sangat jarang ditemukan konsumen menunggak pada kondisi tersebut. apabila indikatornya mengatakan baik terutama FID 6 bulanannya, maka kemungkinan sangat kecil perusahaan mengalami kerugian. Pada lembaga pembiayaan angsuran-angsuran awal ini lah yang perlu mendapatkan perhatian ekstra

Reply
avatar

Silahkan memberi komentar yang membangun EmoticonEmoticon