Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

PANTAI DEPOK

12:34 PM Add Comment


pantai depok

    Pantai Depok merupakan salah satu obyek wisata di kabupaten bantul, letaknya berdekatan dengan pantai parangkusumo dan pantai parang tritis. Untuk menuju pantai depok ini pas sebelum tempat retribusi masuk pantai parang tritis anda mengambil jalan ke arah kanan, nanti aka nada petunjuk arah menutu pantai depok ini.
ibu-ibu yang menawarkan lokasi makan
    Pantai depok merupakan pantai dengan wisata kuliner. Untuk tiket masukknya saya tidak tahu karena waktu saya ke pantai depok hanya ikut dengan rombongan Bus. Sebelumnya saya belum pernah ke pantai Depok ini. Ketika sampai di lokasi parkir kendaraan yang sangat luas, nanti anda akan menjumpai banyak sekali Ibu-Ibu yang menawarkan tempat untuk makan. Menu utama pada rumah makan di pantai ini adalah sea food, segala ikan dan kerang dari hasil tangkapan laut. Ada bebrapaa kapal nelayan yang berlabuh dan terlihat pula ada beberapa yang sedang berlayar, saya sampai lokasi wisata tersebut sekitar pukul 12.00WIB waktu yang tepat untuk makan siang. Ada pula kegiatan jual beli ikan dari hasil tangkapan nelayan.
rumah makan di pantai depok
    Hal pertama yang memang harus dilakukan ketika anda berkunjung ke pantai ini adalah mencari tempat untuk makan, ada banyak sekali tempat makan dengan pemilik yang berbeda-beda dari lokasi parkir hingga di dekat pantai. Saran saya adalah anda mencari tempat makan yang jauh dari keramaian, karena anda selain bisa menikmati makanan juga bisa menikmati pemandangan laut dan ombak.
pemandangan pantai dengan pasir hitamnya
    Ekspetasi saya tentang keindahan pantai ini terlalu tinggi, ketika melihat kenyataannya pantai ini seprti tidak terurus dengan baik, banyak sekali sampah-sampah berserakan di pantai, bahkan rumah makan membuang limbahnya ke laut. Ini adalah wisata alam yang tidak mengenakkan yang pernah saya datangi. Seharusnya pengelola bisa lebih memperhatikan keindahan dan kelestarian lingkungan pantai sehingga wisatawan yang datang mendapatkan kesan baik yang mendalam dan kenangan sehingga bisa menarik banyak wisatawan lainnya.
masih kurang memperhatikan kelestarian lingkungan
    Harga seafood di setiap rumah makan standar, harganya tidak mahal juga tidak murah ya seperti kalau kita membeli di luar. Paling tepat jika anda berkunjung ke sini adalah bersama dengan keluarga atau teman secara ramai-ramai karena di pantai depok ini wisata yang diunggulkan adalah kuliner, kurang asik jika menikmati kuliner hanya sendiri/berdua saja. Kalau soal rasa saya menilai makanannya tidak begitu enak tetapi sedang-sedang saja. Waktu ke pantai ini saya bersama rombongan membawa nasi sendiri dari rumah sehingga lebih irit. Menunggu makanannya juga lumayan lama karena mungkin jumlah rombongan saya juga banyak sehingga masaknya lama.
    Jika anda bosan menunggu masakan, anda bisa berjalan-jalan di bibir pantai atau menyewa ATV, air laut ini agak keoklatan mungkin karena dekat dengan hilir sungai sehingga air laut bercampur dengan air sungai yang kotor. Anda bisa bermain air laut tetapi lebih asyik jika anda menunda untuk bermain air laut dan meneruskan perjalanan setelah dari pantai depok menuju pantai parang tritis, nanti anda akan melihat pantai yang lebih indah. Hanya saja wisata yang disugukan pun berbeda, disini memang banyak juga rumah makan tetapi dengan menu seafood yang paling bagus adalah di pantai Depok.
      Tidak ada salahnya jika anda mencoba untuk berkunjung ke pantai depok ini, terutama untuk berwisata kuliner bersama keluarga atau teman dengan ramai-ramai.

BENTENG VREDEBURG

9:54 PM Add Comment
Jika kamu berwisata ke Yogyakarta pasti akan melihat bangunan bersejarah nan megah ini. Ya Benteng Vredeburg terletak di titik nol kota Yogyakarta, tepatnya setelah pasar bringharjo. Hampir sama dengan bangunan benteng di kota lain, hanya saja benteng ini lebih terawat sehingga sangat cocok untuk menjadi tujuan wisata. Tiket masuk sangat murah Rp.2.000,-. Parkir motor kalau tidak salah Rp.3.000,- sedangkan mobil Rp.10.000,-. Sangat murah kan, ada beberapa lokasi yang bisa digunakan untuk berfoto-foto dengan latar belakang yang bagus.
Benteng Vredeburg
Benteng ini merupakan saksi bisu sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Banyak para pejuang yang telah gugur di benteng tersebut, oleh karena itu ketika kamu berkunjung sempatkanlah untuk mendo'akan mereka agar diampuni segala kekhilafan serta di berikan kemudahan masuk surga, amin.. 
Ada yang kurang dari benteng ini, yaitu diorama beserta isi dari museum lebih banyak menggambarkan sewaktu pendudukan jepang hingga G30SPKI, sedikit sekali menjelaskan sejarah dari benteng ini sendiri sehingga dirasakan seperti berkunjung ke museum sejarah pada umumnya.
Sejarah pemanfaatan benteng vredeburg Yogyakarta :
Tahun 1970 Benteng mulai dibangun dan penggunaannya dihibahkan kepada Belanda (VOC) di bawah pengawasan Gubenur Jendral Nicolas Hartingh
Tahun 1765-1788 Benteng disempurnakan sesuai dengan kebutuhan sebagai benteng pertahanan dibawah pengawasan Ir. Frans Haak
Tahun 1788-1799 Benteng dimanfaatkan sebagai benteng pertahanan secara sempurna oleh VOC
Tahun 1799-1807 Benteng diambil alih pengelolaannya oleh Kerajaan Belanda di bawah Gubenur Jendral Daendels
Tahun 1811-1816 Benteng dibawah kekuasaan pemerintah Inggris. Tahun 1942 penguasaan benteng beralih ke Jepang
Tahun 1942-1945 Benteng di bawah kekuasaan tentara Jepang
Tahun 1945-1977 Benteng di bawah kekuasaan instansi militer RI. Tahun 1948 benteng dikuasai belanda melalui agresi militer belanda II, Sejak tahun 1949 benteng dapat direbut kembali oleh RI
Tahun 1977-1992 Benteng pernah dipergunakan untuk jambore seni, pendidikan dan latihan Dodiklat POLRI. Juga pernah dipergunakan sebaga markas Garnizun 072 serta TNI Batalyon infantri 403.
Tahun 1980 Diadakan penandatanganan piagam perjanjian pemanfaatan Benteng Vredeburg sebagai pusat informasi dan pengembangan budaya Nusantara oleh Sri Sultan HB IX dan Mendikbud RI Dr.Daoed Joesoef
Tahun 1984 Mendikbud RI Prof.Dr.Nugroho Notosusanto menyatakan bahwa benteng Vredeburg difungsikan sebagai museum
Tahun 1985 Sri Sultan HB IX mengijinkan diadakan perubahan tata ruang sesuai dengan kebutuhan sebagai museum
Tahun 1987 Museum dibuka untuk umum

 
Kolam di depan Benteng
 
Bangunan dalam Benteng yang masih terawat dan megah
Tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai benteng Vredeburg, karena kurangnya, sebanarnya sebelah kiri benteng ada perpustakaan tetapi waktu berkunjung ke sana pas perpustakaan tersebut tutup.

Jogja

7:24 AM Add Comment

Pada tanggal 2 Desember 2009 aku piknik ke Jogja..aku penasaran dengan keraton Jogjakarta, maklum aku belum pernah ke sana..Ada beberapa hal yang aku kagumi dari Jogja yang pertama keramah tamahan orangnya yang ke dua kebudayaannya dan ketiga adalah keindahan kotanya. Aku ke sana naik Pramek pukul 8.45 WIB dari stasiun Solo Balapan sampai stasiun Tugu pukul 10.00 WIB. Ini pertama kalinya aku naik kereta api, deg-degan dan agak mual tapi tetap senang. Ada satu orang yang juga baru pertama naik kereta api yaitu Ayuningtyas Nilasari (Muchi)..Foto diatas adalah foto pertama kali aku naik kereta api. dari kiri Amrita, Muchi, Retno, Aku.
dari stasiun Tugu ke Keraton aku naik becak bayar Rp7000, enak naik becak bisa nyantai.. Ada beberapa hal yang dapataku ceritakan ketika aku berada di keraton. yang pertama adalah keberadaan pohon beringin yang pasti ada di depan keraton atau di halaman keraton. Katanya sih pohon beringin itu lambang kesejahteraan, akarnya yang dalam pohonnya yang rindang menjadikan pohon beringin istimewa. Masyarakat dahulu menadikan pohon dan hewan sebagai suatu yang mengandung filosofi, yang belum pernah aku lihat adalah semut padahal semut filosofinya bagus, kebanyakan harimau (macan), ular, gajah, kuda, dll yang pasti hewan-hewan yang terlihat sangar dan gagah. Apa ini ada kaitannya dengan orang-orang jaman dahulu yang memang sangar dan gagah, aku tidak tahu. Saat di dalam keraton sayangnya aku tidak menyewa pemandu jadi aku tidak dapat menceritakan banyak mengenai keraton. Kedua adalah tata letak keraton yang tertata dengan rapi, ini merupakan sutu hal yang luar biasa. seharusnya konsep tata kota dibuat demikian agar tidak semprawut. Ketiga adalah suatu peraturan adat bahwa ketika anak seorang raja telah menikah maka tempat tinggalnya bukan didalam keraton lagi tetapi berbaur dengan masyarakat sekitar, hidup bermasyarakat itu penting..

Dari keraton ketika aku ingin ke museum kereta aku bertemu dengan salah satu pemandu wisata di keraton, aku diajak ke koperasi batik, ya biasa menawarkan batik. Bapaknya aneh apa tdk melihat ya kalau aku ini bukan tipe orang yang punya uang, dari tampangku saja sudah terlihat jelas. Tapi tidak apa-apalah aku ikut saja nanti ya ngomong saja kalau lihat-lihat dulu (maksudnya lihat-lihat uangnya). Yang aku dapatkan dari tempat tersebut adalah cerita sejarah kenapa dinamakan batik. batik bersal dari kata mboko setitik atau berawal dari satu titik, karena lidah masyarakat sulit mengucapkannya maka lebih mudahnya di katakan batik. Jadi batik itu berasal dari titik-titik yang dilukiskan diatas kain menggunakan canting hingga membentuk suatu lukisan atau gambar. Filosofi yang terkandung di dalam pembuatan batik adalah kesabaran, bahwa segala sesuatu itu harus sedikit demi sedikit, sama dengan pembuatan candi Borobudur dibuat sedikit demi sedikit dan penuh kesabaran. Pada intinya untuk membuat sesuatu yang sempurna dibutuhkan kesabaran. dahulu batik hanya di buat oleh isteri-isteri raja yang ditinggal berperang atau sedang berkunjung ke kerajaan lain, untuk mengisi waktu luang tersebut isteri-isteri raja membuat batik.

Berikutnya aku masuk ke museum kereta lokasinya tidak jauh dari koperasi batik.. ya isinya cuma kereta-kereta yang biasanya dinaiki raja untuk upacara adat, berpergian, maupun untuk mengangkut jenasah. Kontruksi keretanya luar biasa, aku bertanya-tanya yang membuat ini dulu orang eropa atau Indonesia ya, hampir semua kereta ada nama Kyai nya. Ada satu kereta yang membuat ku terkagum-kagum, keretanya besar sekali, luar biasa. Nama keretanya apa ya garuda apa gitu aku lupa..yg pasti keren

Dari museum aku terus sholat dzuhur terus jalan-jalan di Malioboro, sebelum sampai di Malioboro aku mampir ke koperasi dagadu, terbujuk oleh rayuan Bapak tukang becak uang Rp45000 ku hilang, menyesal aku...Dibujuk lagi mampir di bakpia tapi aku tidak mau, aku masih sayang uangku..tahu uangku jadi baju Rp45000 aku tidak akan mampir...Sanpai di Malioboro cari makan dulu, gaya banget yang dicari KFC tahu-tahu harganya selangit, tadi makan mie ayam ja sampai muntah-muntah. Setelah dari KFC aku ke pasar Bringhardjo, jalan kaki huuh masih lapar lagi, embel-embelnya cuma nasi organik saja harganya selangit, menyesal aku tapi ko ya enak..Biasa mahasiswa yang terlalu sayang dengan uang. Dari Bringhardjo aku langsung ke stasiun Tugu jalan kaki, huuuuhuu cape sekali, rasanya tidak nyampai-nyapai ke stasiun. Sumpah ini seperti ospek masuk angkatan bersenjata.

Di stasiun masih nunggu kereta, sambil makan salak bi buat senang ja, liburanku ohhhhh

Dikereta aku bertemu dengan gadis yang wajahnya mirip dengan adiknya pacarku, benakku bertanya-tanya siapakah dirinya. Jangan2 adinya pacarku jangan2 bukan. Aku pengen kenalan tapi malu. Sempat ngobrol sedikit tapi pas dia sudah mau sampai di stasiunnya. Ahh waktu kenapa tak bisa terulang, dimana keberanianku waktu itu...Sampai di balapan pukul 16.30 WIB. AKhirnya...