EVALUASI KEGIATAN PENYULUHAN

12:05 AM
Evaluasi merupakan suatu komponen sebagai bagian integral dalam sistem instruksional bidang ilmu pertanian. Maka dalam setiap kegiatan diawali dam diakhiri dengan evaluasi. Jadi evaluasi merupakan suatu kegiatan terencana dan sistematis yang meliputi pengamatan untuk proses pengumpulan data dan fakta, pengolahan, penggunaan pedoman yang telah ditetapkan, pembuatan pertimbangan dengan membandingkan hasil pengamatan dengan pedoman-pedoman yang telah ditetapkan lebih dulu dan pembuatan keputusan serta penilaian tentang tercapainya suatu kegiatan. Selain itu pengertian lain menyebutkan bahwa evaluasi harus obyektif dalam arti evaluasi harus dilakukan berdasarkan data atau fakta bukan berdasarkan pada praduga atau intuisi seseorang.
kegiatan penyuluhan, evaluasi cara menanam padi
Setiap kegiatan yang ingin maju pasti tidak luput dari adanya evaluasi, evaluasi ini dalam kegiatan penyuluhan pertanian berkaitan erat dengan pengembangan kelembagaan pertanian melalui kelompok tani dan gabungan kelompok tani serta tanggapan terhadap berbagai kegiatan dan rencana kegiatan yang akan sedang dan telah berjalan. Evaluasi kinerja sebuah program atau proyek dikemas dalam sebuah pertemuan yang dirancang secara partisipatif, sehingga memungkinkan semua peserta yang hadir akan dapat terlibat secara aktif dalam kegiatan tersebut. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk evaluasi kinerja sebuah program atau proyek dalam kelompok adalah sebagai berikut:
1.       Pemaparan tujuan pertemuan, dimaksudkan agar peserta pertemuan memahami maksud dan tujuan diselenggarakannya pertemuan multi pihak ini adalah untuk melaksanakan evaluasi kinerja terhadap program atau proyek yang telah dilaksanakan.
2.      Kilas balik perjalanan program atau proyek yang telah dilakukan oleh para pihak. Tahapan ini dimaksudkan untuk membantu peserta pertemuan untuk mengingat kembali kegiatan dalam program atau proyek yang telah dilaksanakan bersama.
3.      Pemaparan prinsip, kriteria dan indikator yang digunakan dalam evaluasi kinerja. Tahapan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang prinsip, kriteria dan indikator yang digunakan untuk penilaian kinerja sebuah program atau proyek.
4.      Pemaparan tentang cara penilaian terhadap indikator yang digunakan dalam penilaian kinerja sebuah program atau proyek.
5.      Penilaian terhadap kinerja sebuah program atau proyek dengan menggunakan indikator dan cara penilaian yang telah ditentukan dan disepakati bersama.
6.      Pemaparan hasil penilaian kinerja dari setiap kelompok, dimaksudkan agar hasil penilaian terhadap kinerja yang dilakukan oleh setiap kelompok dapat diketahui oleh kelompok-kelompok yang lain (Awang, 2008).
Masyarakat atau petani diarahkan untuk mampu menilai sendiri dalam hal mengevaluasi, dengan mengungkapkan tentang apa yang mereka tahu dan lihat. Masyarakat diberikan kebebasan untuk menilai sesuai dengan apa yang ada dalam benak mereka, pengalaman, kelebihan atau keuntungan dari program pembangunan, kelemahannya, manfaat, hambatan, faktor pelancar yang mereka hadapi dalam operasionalisasi program dan secara bersama-sama memcarikan alternatif terbaik sebagai bahan pertimbangan bagi pelaksanaan program pembangunan atau kegiatan pembangunan di waktu yang akan datang (Henuk, 2008).
Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan evaluasi sangatlah penting, selain mewujudkan iklim organisasi yang dinamis dan berkembang, evaluasi juga mendorong semangat kompetisi menuju perbaikan di masa yang mendatang. Selain pengertian evaluasi di atas, menurut Mardikanto (1993) secara konseptual, evaluasi dapat diartikan sebagai kegiatan pengukuran dan penilaian, agar dapat dipertanggungjawabkan keterhandalannya, biasanya dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah yaitu :
1.      Jelas masalah dan tujuan evaluasi
Permasalahan yang akan di bahas dalam evaluasi harus jelas berdasarkan analisa data dan kondisi di lapangan. Misalkan produksi menurun dilihat dari hasil ubinan, evaluasinya adalah mencari penyebab penurunan produksi dari hasil ubinan serta langkah kongkrit yang bisa diambil agar produksinya bisa meningkat.
2.      Berdasarkan data bukan opini
Evaluasi dilakukan didasarkan pada data bukan sekedar opini semata, oleh karena itu data dan fakta perlu dikumpulkan terlebih dahulu sebagai bahan yang nanti bisa di bahas pada saat pertemuan evaluasi.
3.      Menggunakan metode yang baku, menyangkut :
a.       Indikator dan kriteria evaluasi
b.      Teknik pengumpulan data
c.       Instrumen pengumpulan data yang tepat (valid) dan teliti (reliable)
d.      Pengukuran dan analisis yang digunakan

Hal yang tidak kalah penting selain mengevaluasi kegiatan kelompok tani dan petani adalah mengevaluasi terlebih dahulu kegiatan penyuluhannya. Evaluasi kegiatan penyuluhan itu sendiri jika di rangkum terdiri dari tiga tahap, yaitu input, proses, dan hasil. Uraiannya sebagai berikut:
1.       Evaluasi input
Evaluasi input yang dilakukan adalah mengevaluasi alat bantu, peraga, dan media yang digunakan. Evaluasi alat bantu, alat peraga dan media bertujuan untuk mengetahui fungsi alat-alat tersebut sudah dapat membantu dan mewakili jalannya kegiatan penyuluhan atau belum. Alat bantu apa saja yang digunakan pada saat penyuluhan? Selama proses penyuluhan, alat bantu tersebut sudah dapat digunakan dengan baik dan membantu dalam proses kegiatan penyuluhan tidak?. Setiap gagasan yang muncul dari tiap peserta dapat langsung ditulis alat bantu penyuluhan, sehingga semua gagasan yang sudah terkumpul bisa lebih jelas. Alat peraga apa saja yang digunakan/dimanfaatkan dalam proses penyuluhan? Dalam melakukan evaluasi juga perlu untuk mencari tahu keefektivan dari masing-masing metode penyuluhan dan media-media yang dipergunakan.
2.       Evaluasi Proses
Evaluasi tahap kedua yaitu evaluasi proses. Tahap ini penyuluh mengevaluasi apakah selama proses penyuluhan kondisi yang tercipta kondusif atau tidak. Evaluasi proses yang dilakukan adalah mengevaluasi apakah jalannya penyuluhan berjalan lancar atau tidak. Selain mengevaluasi jalannya penyuluhan, penyuluh juga mengevaluasi apakah alat bantu dan peraga dapat berjalan dengan optimal. Peserta penyuluhan harus di dorong untuk dapat berperan lebih dominan dan aktif dalam menyampaikan gagasannya mengenai materi penyuluhan
3.      Evaluasi Hasil
 Evaluasi tahap terakhir adalah evaluasi hasil. Pada tahap ini penyuluh membandingkan hasil yang dicapai setelah diadakan penyuluhan dengan sebelum penyuluhan. Melalui evaluasi hasil, penyuluh dapat mengambil kesimpulan atau keputusan yang akan dilakukan di masa mendatang. Adanya kesepakatan dan kesatuan pendangan merupakan contoh keberhasilan kegiatan penyuluhan.


Daftar Pustaka

Awang, SA., dkk. 2008. Panduan Pemberdayaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan(LMDH).http://www.cifor.cgiar.org/publications/pdf_files/Books/Bawang0801Ina.pdf. diakses tanggal 2 Mei 2009 pukul 12.15 WIB
Departemen Kehutanan. 1996. Penyuluhan Pembangunan Kehutanan. Penerbit Pusat Penyuluhan Departemen Kehutanan Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS Surakarta
Hamalik, Oemar. 1990. Belajar dan Mengajar Ilmu Pertanian : Pendekatan Terpadu. CV. Maju Mundur. Bandung
Henuk, YL. 2008. Komunikasi Pertanian Dan Partisipasi Masyarakat. www.ntt-academia.org/wps-kom-pertanian-01-2008-pdf. Diakses pada tanggal 1 Mei 2009 pada pukul 12.20 WIB.
Mardikanto. T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. UNS Press. Surakarta

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan memberi komentar yang membangun EmoticonEmoticon