Showing posts with label Perikanan. Show all posts
Showing posts with label Perikanan. Show all posts

Teknik Pembenihan Ikan Nila Secara Massal

8:30 PM Add Comment

 

Pembenihan ikan nila secara sederhana dan mudah untuk dilakukan adalah pembenihan secara massal. Karakteristik ikan nila yang mudah untuk berkembang biak dan tidak memakan larvanya menjadikan ikan ini mudah untuk dikembangbiakkan.

kolam yang bisa dipergunakan untuk pemijahan ikan nila

        Disebut dengan pembenihan masal karena dalam satu kolam dipijahkan beberapa pasang induk sekaligus. Pembenihan masal merupakan pembenihan sederhana, karena campur tangan manusia sangat sedikit dan mudah dilakukan. Pembenihan masal dapat menghasilkan benih yang ukurannya seragam. Proses pemijahan biasanya berlangsung selama 45-50 hari. Dan selama jangka waktu tersebut panen larva dapat dilakukan sebanyak 3 kali. 

         Hasil panen dari sistem pemijahan ini adalah larva ikan yang baru menetas. penangkapan larva dilakukan tanpa mengeringkan kolam terlebih dahulu. Larva ikan ikan yang baru menetas ditangkap saat diasuh induknya dipermukaan air tepi kolam. Benih ikan ini kemudian dipelihara di kolam pendederan yang sudah disiapkan empat hari sebelumnya. Adapun tujuan urutan pembenihan secara masal adalah sebagai berikut :

1) Persiapan kolam . Pemijahan masal membutuhkan satu kolam dengan luas 400-600 m2. Kolam yang digunakan bisa berupa kolam tanah atau kolam tembok dengan dasar tanah. Konstruksi dasar kolam dibuat miring dengan kemiringan 2-5 derajad. Didasar kolam sebaiknya dibuatkan kubangan dengan ukuran 1,5m x 2m x 0,5m sebagai tempat pemijahan bagi induk ikan nila. Persiapan kolam pemijahan meliputi pengeringan kolam selama 2 hari, perbaikan pematang, perbaikan kamalir, dan penutupan kebocoran yang mungkin ada. Pemupukan dilakukan dengan pupuk organik yang berupa kotoran ternak dengan dosis 2050-1000 gram/m2. Setelah persiapan kolam dialiri setinggi 40-60 cm.

2) Penebaran induk. Padat tebar induk untuk pemijahan massal adalah 1 ekor/m2 dengan perbandiangan induk jantan dan betina 1:3 sampai 1:5. Artinya untuk luasan kolam 400 m2 maka induk yang ditebar adalah 100 induk jantan dan 300 induk betina. Penebaran induk jantan dan betina dilakukan secara bersamaan. Selama dikolam pemijahan, induk diberikan pakan pelet sebanyak 3% per bobot total perhari.

3) Pemijahan. Hari ke 7 setelah penebaran induk biasanya sudah terjadi pemijahan. Pada saat pemijahan, telur yang dikeluarkan induk betina dibuahi oleh induk jantan. Pemijahan terjadi pada lubang-lubang (lekukan berbentuk bulat) berdiameter 30-5- cm di dasar kolam yang merupakan sarang pemijahan. Selanjutnya, telur yang sudah dibuahi dierami induk betina di dalam mulutnya. Induk betina yang sedang mengerami telurnya biasanya tidak makan, oleh karena itu sehinggu setalah induk ditebar, jumlah pakan dikurangi 25% dari jumlah semula.

4) Pemupukan ulang. Pada minggu ke dua atau hari ke 12, sudah banyak benih ikan nila yang menetas. Untuk menunjang kehidupan benih tersebut maka pakan alami harus tersedia cukup. Penyediaan pakan alami bisa dilakukan dengan cara pemupukan ulang menggunakan dosis pupuk 0,5kg / m2. Agar pupuk tidak hanyut terbawa arus air maka debit air yang masuk kolam dikurangi. Kurang lebih 2-3 hari setelah pemupukan pakan alami akan terbentuk, pada saat itulah induk ikan nila akan mengelurkan anak-anaknya dari mulutnya secara serentak. Benih ikan nila tersebut akan terlihat di tepian kolam pada pagi hari.

5) Pemanenan. Benih dapat dipanen setelah induk melepaskan benih dari mulutnya. Pemanenan harus dilakukan pada saat yang tepat. Paling lambat 2 hari setelah dikeluarkan dari mulut induk. Pemanenan dilakukan pada pagi hari ketika kandungan oksigen dalam jumlah banyak. Hal ini ditandai dengan banyaknya larva yang muncul ke permukaan air pada tepi kolam. Bila pemanenan terlambat dilakukan, larva sudah berpindah ke arah tengah kolam sehingga akan sulit ditangkap. Larva yang sudah ditangkap segera di pindah ke kolam pendederan.



Ciri-ciri Induk Ikan Nila Yang Baik

4:33 PM Add Comment

          Jika kita akan melakukan pemijahan ikan Nila, maka kita membutuhkan indukan yang secra genetik akan menghasilkan keturunan yang baik. Jika fokus pada usaha segmentasi benih ikan maka paling aman kita mengambil calon induk dari instiutusi yang ditunjuk sebagai penyedia indukan Nila, seperti balai-balai benih ikan datau balai penelitian perikanan. Tetapi jika kita cuma pengin mengetahi bagaimana proses pemijahan ikan nila maka kita bisa pakai saja calon idukan yang kita beli di pasar, yang dijual untuk ikan konsumsi.

anakan ikan nila

         Untuk mendapatkan calon induk yang baik, perlu dilakukan pemilihan calon induk dengan mempertimbangkan ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Kondisi badan secara keseluruhan sehat
  2. Bentuk badan tidak ada yang cacat/ normal
  3. Sisik besar dan tersusun rapi
  4. Ukuran kepala relatif lebih kecil dibandingkan badan
  5. Badan tampak tebal dan berwarna mengkilap (tidak kusam)
  6. Gerakannya lincah
  7. Memiliki respon yang baik terhadap pakan tambahan
      Perlu diperhatikan bahwa target produksi sangat tergantung kepada kemampuan kita menyiapkan induk. Artinya, kalau kita ingin memproduksi anakan nila dalam jumlah besar, maka jumlah induk yang dibutuhkan juga banyak. Untuk diketahui, ikan nila termasuk jenis ikan yang jumlah telurnya relatif sedikit. Induk nila betina yang sudah siap matang kelamin (umur 5-6 bulan), dengan berat 200-250 gram, mengandung 500-1.000 butir telur. Dri jumlah tersebut dapat dihasilkan larva sekitar 200-400 ekor (40%). Meskipun jumlah telurnya sedikit tetapi ikan nila memiliki frekuensi pemijahan yang relatif sering. Selang waktu pemijahan ikan nila adalah 3-6 minggu. 
         Dalam  pemilihan induk sebaiknya ada batasan umur untuk memastikan bahwa induk tersebut benar-benar produktif. Umur induk yang dapat dikatakan produktif adalah 1,5-2 tahun. Jika umurnya kurang dari 1,5 tahun biasanya mutunya kurang baik (mortalitas tinggi). Sebaliknya kalau umurnya sudah diatas 2 tahun telurnya sedikit dan kualitas benih yang dihasilkan menurun. Ciri-ciri induk jantan dan betina menurut standar nasional Indonesia adalah sebagai berikut :

Ciri-Ciri

Induk Jantan

Induk Betina

Bentuk Tubuh

Lebih tinggi dan membulat

Lebih rendah dan memanjang

Warna Tubuh

Lebih cerah

Lebih gelap

Jumlah Lubang Kelamin

Satu lubang (untuk mengeluarkan sperma sekaligus air seni)

Dua lubang : satu lubang untuk mengelurkan telur dan lubang yang satu lagi untuk mengelurkan air seni

Bentuk kelamin

Tonjolan agak meruncing

Tidak menonjol dan berbentuk bulat

           Pemeliharaan induk yang harus dilakukan agar pemijahan dapat sukses adalah sebagai berikut :
  1. Kondisi lingkungan harus baik dan mendukung untuk kelangsungan hidup induk, termasuk proses perkembangan gonadnya. Untuk itu kolam pemeliharaan induk harus memiliki sumber air bersih dengan sirkulasi yang baik.
  2. Pemberian pakan tambahan harus mencukupi agar perkembangan gonad (telur dan sperma) optimum. Pakan tambahan yang diberikan harus mencukupi, yaitu sekitar 3 % dari bobot total induk yang dipelihara, dan mengndung protein tinggi yakni diatas 35%.
  3. Induk betina dan induk jantan ditempatkan pada kolam yang terpisah. Kolam pemeliharaan induk betina dibuat sedimikian rupa sehingga air buangan dari kolam induk betina tidak mengalir ke kolam induk jantan dan sebaliknya. Jika tidak dibuat demikian maka bau tubuh induk betina akan terbawa aliran air ke kolam induk jantan, bau ini akan merangsang induk jantan untuk memijah sehingga terjadi pemijahan liar. Keuntungan lain dari pemisahan induk jantan dan betina adalah dapat dihasilkan telur dengan kualitas lebih baik, memudahkan penyeleksian induk, dan memudahkan pembedaan induk yang sudah dan belum dipijahkan.
 

Membuat Kolam Untuk Karantina Ikan

4:00 PM Add Comment

         Karantina merupakan proses yang cukup penting untuk memastikan bahwa ikan yang kita beli tidak membawa penyakit, ikannya sehat dan menaikkan prosentase hidup ikan. Dalam proses karantina tersebut ikan yang pada awalnya mengalami stress karena berpindah lokasi dari tempat budidaya menuju penjual, yang mana tentu saja mengalami berbagai perlakuan penangkapan dan pengurungan dalam wadah pengangkutan dalam waktu tertentu. Karantina bisa menurunkan tingkat stress ikan karena ikan akan lebih tenang dan bisa beradaptasi secara pelan-pelan terhadap kondisi lingkungan yang baru. Untuk melakukan karantina tersebut diperlukan tempat khusus yang terpisah dari kolam pemeliharaan. Jika kita memiliki dana yang terbatas maka tempat karantina bisa kita buat menggunakan terpal atau plastik yang biasa dipergunakan untuk pengecoran jalan, ada beberapa ukuran pilih yang paling tebal.

Kolam karantina ikan

      Langkah yang harus dilakukan pertama kita buat rangka kolam dengan menggunakan kayu atau bambu, kemudian lapisi bagian dinding dan dasar kolam dengan terpal. Kolam untuk karantina tidak perlu luas, cukup ukuran 1 x0,5 meter, atau jika kita mau mengkarantina ikan koi yang ukurannya sudah besar-besar di buat ukuran 2 x 0,5 meter dengan tinggi 0,5 meter. Isi air setengah dari ketinggian dan jangan lupa tambahkan garam 2 genggam saja. Kelengkapan dari kolam untuk karantina ini adalah pompa air dan aerator. Selama dilakukan karantina ikan dipuasakan, atau tidak boleh diberikan pakan karena akan menyebabkan kualitas air menurun dan bisa mengakibatkan ikan keracunan akibat timbunan sisa pakan dan kotoran ikan yang banyak. Jika sudah selesai dipergunakan kolam segera dikeringkan kembali. Jika ingin melakukan karantina ikan lagi maka menggunakan air yang baru, jangan menggunakan air lama bekas karantina ikan yang terdahulu.

       Jika membuat kolam menggunakan kayu atau bambu memang dari segi biaya lebih murah, tetapi memakan tempat yang cukup banyak, sehingga harus difikirkan dimana kita meletakkan kolam karantina ini agar tidak mengganggu pemandangan, karena kolam dari bahan ini kurang bagus jika di pajang di dekat kolam ikan. Bisa mengurangi estetika kolam. Alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan ember ukuran besar misalkan yang kapasitas 80 liter. Apabila sudah selesai dipergunakan untuk karantina ember bisa di simpan di gudang. Ember juga tidak menyita banyak tempat karena bentuknya yang tinggi, ember ini juga sudah ada penutupnya, tinggal kita modifikasi sedikit diberikan lubang yang agak besar dan kawat untuk mencegah ikan lompat saat dikarantina.

 

script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-5819844075734621" crossorigin="anonymous">

Hati-Hati Jika Lakukan Kesalahan Ini Ikan Di Kolam Mu Bisa Mati

4:09 PM Add Comment

          Saya akan berbagi pengalaman pada postingan kali ini tentang pentingnya melakukan treatmen pada kolam sebelum di beri ikan. Seperti diketahui kolam memiliki beberapa jenis, kalau saya sebutkan ada tiga jenis yaitu kolam beton, kolam tanah dan kolam terpal. Biasanya jika membudidayakan ikan pada kondisi jauh dari saluran irigasi yang dipergunakan adalah kolam beton dan kolam terpal. Kedua kolam ini memiliki keunggulan dan kelemahan masing masing, misalnya kolam beton lebih awet sedangkan kolam terpal mudah untuk di pindah dan harganya lebih murah. Jika kolam sudah jadi maka kolam bisa diberikan air, untuk mengetes ada tidaknya kebocoran, jika kolam mengalami kebocoran ditandai dengan permukaan air yang turun atau adanya rembesan air pada dinding kolam. Kolam yang kondisinya sudah bebas dari kebocoran maka bisa di pergunakan untuk pemeliharaan ikan. Kesalahan pada budidaya ikan yang bisa menyebabkan ikan mati yaitu : tidak melakukan treatmen air kolam terlebih dahulu, tidak melakukan karantina ikan sebelum dimasukkan kolam, dan tidak melakukan cek kondisi air di kolam (pH maupun timbunan kotoran di kolam).

Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa hal berikut sebelum melakukan tebar ikan pada kolam , yaitu :

1. Lakukan treatmen pada air kolam terlebih dahulu. 

         Treatmen disini berguna untuk menyediakan pakan alami bagi ikan yang akan ditebar, mematikan bibit penyakit dan jamur yang kemungkinan ada di air kolam, dan menjadikan pH air netral serta bebas dari cemaran bahan kimia terutama bahan kimia penjernih air. Treatmen pada air kolam bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut : Persiapkan bahan yaitu EM4 perikanan dan tetes tebu, serta garam grosok yang biasa dipergunakan untuk komboran ternak.

Yang pertama dilakukan adalah menebarkan garam grosok, pada pengalaman saya pada treatmen kolam ikan koi, menggunakan garam dengan perbandingan 1 Kg garam untuk 1 meter kubik air, jika punya kolam dengan ukuran 1x1x1 meter maka kebutuhan garamnya 1 Kg. Setelah garam ditebar secara merata selanjutnya adalah mencampurkan EM4 perikanan dengan tetes tebu, caranya kocok dulu botol EM4nya kemudian siapkan ember atau gayung untuk tempat mencampur. Campuran EM4 dan tetes tebu untuk kolam ukuran 1 meter kubik saya menggunakan 5 tutup EM4 dan 100cc tetes tebu. Setelah dicampur diamkan dulu beberapa saat kemudian tebarkan pada kolam, bilas ember atau gayung menggunakan air kolam hingga bersih, karena biasanya masih ada yang menempel di gayung atau ember.

Setelah dilakukan penebaran garam dan campuran EM4 perikanan serta tetes tebu, air kolam akan berwarna coklat. Diamkan air kolam tersebut hingga air menjadi jernih dengan sendirinya, kurang lebih sesuai dengan pengalaman saya waktunya 1 minggu. Setelah air kolam jernih ikan bisa di masukkan pada kolam. Tanda ikan sudah cocok dengan air kolam adalah ikan tidak "mangap-mangap" mulutnya mengambil oksigen dari atas kolam, ikan berenang di bagian dalam kolam. Selain itu ditandai juga di kolam banyak jentik-jentik atau tumbuh makanan alami ikan.

selain menggunakan EM4 banyak praktek treatmen yang dilakukan oleh pembudidaya ikan yaitu dengan memberikan batang pisang pada kolam atau menggunakan pupuk organik yang dimasukkan ke dalam karung dan diberikan di kolam. Tetapi karena saya pada saat treatmen kolam tersebut diperuntukkan untuk pemeliharaan ikan hias Koi maka saya hanya menggunakan 3 bahan itu tadi yaitu garam grosok, EM4 perikanan dan tetes tebu. 

2. Lakukan karantina ikan sebelum di masukkan ke kolam

         Karantina diperlukan untuk memastikan bahwa ikan berada pada kondisi yang bebas dari penyakit, atau tidak membawa bibit penyakit dari luar. Karantina bisa dilakukan selama 3-4 hari dengan kondisi ikan full dipuasakan. Bak karantina juga harus tersedia oksigen yang cukup, sambil dikarantina kita juga harus melihat kondisi perkembangan ikan. Jika terindikasi ada yang terserang penyakit maka harus di pisahkan. Pada bak karantina juga diberikan garam grosok cukup 2 atau 3 genggam saja. Pengalaman saya memelihara ikan koi memang tidak pernah melakukan karantina, treatmen pada ikan sebelum masuk kolam yang saya praktekkan adalah ketika ikan sudah dibeli sebelum bungkus plastik di buka, ikan diapung-apungkan terlebih dahulu di kolam selama kurang lebih 5-10 menit, fungsinya adalah agar suhu pada air di plastik ikan dan kolam menjadi sama. Kalau diistilahkan biar ikan tidak kaget dengan perubahan suhu air yang bisa menyebabkan ikan menjadi stres.

setelah diapung-apungkan kemudian dipersiapkan ember dan diberi air kolam separuh ember saja, pada air di ember tersebut diberikan PK (Potasium Permanganat) jumlah pemberiannya sedikit saja, yang penting warnanya jadi ungu. Jangan berlebih karena malah bisa membunuh ikan. Diamkan air sebentar kemudian ambil plastik ikan yang diapung-apungkan tadi. Ambil ikan satu persatu dan bilas dengan larutan PK di ember tadi sambil di cek ada tidaknya tubuh ikan yang sakit atau terkena jamur, ikannya sambil di elus-elus untuk mengetahui juga kelincahan ikan. Ikan yang sakit pasti gerakannya tidak lincah dan ada luka ditubuhnya. Jika ditemukan ikan yang sakit maka jangan dimasukkan ke kolam tetapi harus dikarantina. Perendaman pada larutan PK tersebut kurang lebih hanya 1 menit, jangan lama-lama. Setelah itu masukkan ikan ke kolam. Air dari toko ikan jangan dimasukkan ke dalam kolam, karena bisa jadi airnya mengandung bibit penyakit. Jadi yang dimasukkan ke kolam ikannya saja setelah di rendam pada larutan PK.

Pengalaman saya pada ikan yang gerakannya tidak lincah ketika di masukkan ke kolam perlu dilihat lagi apakah masih tidak lincah dan cenderung menyendiri atau tidak berkumpul, jika ya segera pisahkan atau dikarantina karena jika ikan tersebut mati bisa menulari temannya. Lebih baik jika mati di tempat karantina, jangan sampai mati di kolam. Sebenarnya proses karantina ini juga sudah dilakukan pada toko ikan, jika kita sudah langganan penting untuk menanyakan ikan yang akan kita beli itu sudah berada di akuarium berapa lama, jika sudah lama maka secara teori ikan tersebut sudah dikarantina oleh toko ikan, ketika kita membeli sudah bisa dipastikan kondisi ikan sehat. Penting juga ketika kita membeli kita melihat gerakan ikan dan tubuh ikan, ikan yang sehat pasti gerakannya aktif dan memang biasanya sulit untuk di tangkap, tubuhnya juga tidak kurus. Mengetahui tubuhnya kurus atu tidak ikita bisa membandingkan dengan ikan yang lain yang masih satu jenis dan satu akuarium di toko ikan. Pilih yang benar-benar sehat, sehingga kita tidak perlu repot-repot untuk melakukan karantina di rumah. Karena bak karantina sebenarnya juga memerlukan tempat yang cukup luas, kita juga harus memiliki aerator atau pompa agar ikan tidak kehabisan oksigen juga waktu dan tenaga untuk memantau dan memindah mindah ikannya.

ikan yang mengalami kematian masal akibat terserang jamur

3. Memastikan kondisi air kolam selalu sehat

       Jika kolam memiliki filter atau kondisinya air selalu disaring, maka kemungkinan besar kondisi kesehatan airnya akan lebih terjaga dibandingkan pada kolam yang tidak memiliki sistem filterisasi. Jika kolam tidak memiliki filter pompa, misalnya pemeliharaan ikan lele atau nila secara bioflok maka kita harus rutin melakukan cek kondisi air. Apabila air mulai mengeluarkan bau tidak sedap dan ditandai juga ikannya muncuk ke permukaan maka sudah saatnya dilakukan penggantian air dan pembuangan kotoran di dasar kolam. Air yang dimasukkan ke kolam juga harus melalui treatmen terlebih dahulu untuk menjamin bahwa air tersebut bebas dari bahan kimia dan penyakit. Jika kita memiliki kolam di luar ruangan, yang bisa terkena air hujan maka pH air harus dijaga dengan penebaran garam grosok, biasanya saya menebarkan garam pada kolam koi saya setelah diguyur oleh hujan sebanyak 2-4 genggam garam, jika hujannya lebat saya kasih 4 genggam, jika tidak terlalu lebat 2 genggam garam. Garam ini menurut fungsinya adalah untuk menaikkan pH air yang bisanya habis terkena iar hujan pHnya menjadi turun. 


 Demikian pengalaman dari saya, semoga bermanfaat dan terima kasih


Bagi Pemula Hobi Ikan Koi Wajib Baca : Rencanakan Dengan Benar Kolam Koi Mu

3:56 PM Add Comment

           Memelihara ikan merupakan salah satu hobi yang sangat menyenangkan, apalagi ketika kita sedang jenuh dalam aktivitas kerja, hobi ini bisa membantu kita untuk merecharge ulang semangat dan mood kita untuk memulai aktivitas kerja lagi. Kolam yang indah dengan hiasan ikan-ikan didalamnya yang ber aneka warna serta corak membuat kita sendiri ataupun tamu yang berkunjung ke rumah merasa nyaman. Bahkan kolam yang bagus bisa menjadi salah satu spot tempat berkumpul keluarga, melakukan interaksi ngobrol, dan tempat bermain untuk anak. 

         Kolam yang akan di buat haruslah difikirkan dengan perencanaan yang matang, jangan asal membuat kolam yang akhirnya tidak bisa dinikmati dan malah membuat kecewa. Kolam yang dibuat juga harus menyesuaikan dengan ikan yang dipelihara. Misalkan kita akan membuat kolam ikan konsumsi seperti lele, patin, gabus, nila, dll maka harus dipelajari juga karakteristik dari ikan yang dipelihara tersebut. Seperti lele memiliki karakteristik ikan predator dan bisa hidup pada air yang keruh, maka kita tidak perlu menggunakan filter ataupun pompa air untuk memelihara kualitas air, kita hanya perlu menyiapkan saluran air pembuangan dan pemasukan agar bisa dilakukan penggantian air secara berkala apabila kondisi air sudah mulai keruh. Berbeda jika kita merencanakan untuk membuat kolam ikan hias, maka diperlukan pompa dan filter untuk menjaga kualitas air, karena fokus pemeliharaan ikan konsumsi dan hias berbeda. Ikan konsumsi dipelihara untuk bisa di jadikan lauk ataupun jika skala besar bisa di jual untuk konsumsi. Jika ikan hias dipelihara untuk dilihat keindahannya, sehingga kualitas air harus diperhatikan mengingat sebagian besar ikan hias juga tidak bisa hidup pada kondisi air yang kotor.

           Salah satu ikan hias yang menarik untuk dibudidayakan adalah ikan koi. Ikan koi memiliki corak warna yang beraneka ragam, juga terdiri dari berbagai jenis yang cukup banyak, sehingga membuat semakin indah kolam yang kita miliki. Karakteristik ikan ini adalah membutuhkan kualitas air yang baik, bahkan ada yang mengatakan memelihara koi artinya memelihara kualitas air, maka sebelum membuat kolam koi kita harus merencanakan dengan baik desain kolam dan yang paling penting adalah uang yang kita miliki. Seperti pengalaman saya, walaupun secara desain sudah benar karena saya meniru dari berbagai sumber yang ada di youtube maupun website orang-orang yang sudah membuat kolam koi tetapi menurut saya masih ada hal yang kurang pas, yaitu dalam pembuatan saya masih mengabaikan filterisasi atau pembuatan chamber yang ukurannya dibuat kecil karena untuk menghemat uang. Pada saat penulisan artikel ini kolam saya sudah ada ikan koinya dan berjalan 2 bulan dan sebenarnya tidak ada masalah, ikan kio bisa hidup dengan baik, kotoran ikan masuk ke dalam chamber dan tersaring dengan baik, air di kolam juga jernih.

           Kolam koi saya memiliki ukuran 2 m x 2,5m dengan chamber ukuran 40 cmx 50 cm , total chamber ada 4 buah, dan jumlah tersebut menurut saya sudah tepat dengan fungsi masing-masing chamber adalah : Chamber pertama untuk penyaringan mekanis (menyaring kotoran ikan), Chamber kedua untuk penyaringan biologis (tempat bakteri baik), Chamber ketiga untuk penyaringan kimia (menstabilkan pH air dan menetralkan racun), serta Chamber ke empat untuk pompa dan sinar UV (mematikan parasit dan menjaga kualitas air). Antara chamber juga sudah diberi  paralon penghubung hingga ke camber pompa untuk pengurasan, jadi masing-masing chamber bisa di kuras dengan cara mencabut paralon di camber tersebut, dengan cara ini saya lebih irit karena hanya membutuhkan satu paralon dari chamber 1 hingga ke camber 4, di chamber 2 dan 3 hanya di kasih T pralon. Padahal yang standarnya harus menggunakan 3 paralon, jadi mengurasnya mencabut paralon di camber 4. Karena kepingin irit tersebut mengakibatkan dalam prakteknya kurang "marem" , media filter tidak bisa menutup camber 1, 2 dan 3 dengan baik, dan jika paralon kuras di cabut akan kesulitan untuk memasangnya kembali, karena ketika di cabut media filter akan menutup lubang paralon kuras di chamber. Selain itu dengan adanya saluran kuras akan memudahkan pengecekan kebocoran di setiap chamber, air di kolam utama tidak akan masuk ke chamber dan air di setiap chamber tidak akan tercampur.

chamber ikan Koi saya

         Tadi dalam hal sistem kuras dan menurut saya itu sangat penting diperhatikan untuk memudahkan kita ketika akan membersihkan media filter dan membuang endapan kotoran yang ada di chamber, dan menurut saya ini harus ada di kolam koi agar kita bisa mempertahankan kualitas air dari waktu ke waktu. Kan sangat disayangkan jika kita sudah memelihara ikan koi dalam waktu lama, ikannya sudah besar-besar tetapi karena dalam pembersihan media filter tidak bisa baik dan masih ada endapan kotoran di kolam membuat ikan mudah terserang penyakit. Yang selanjutnya adalah ukuran chamber, ukuran chamber harus diperhatikan dengan baik dan direncanakan. Jika kita memiliki lahan yang cukup luas chamber hendaknya dibuat dengan ukuran 50% dari kolam yang dimiliki, memang nanti ketika ukuran chamber semakin besar akan membuat kita mengeluarkan urng yang lumayan banyak juga untuk pembelian media filter baik itu jaring nelayan, batu gombok dan oyster. Tetapi ukuran yang besar ini memiliki banyak keuntungan : (1) Memudahkan kita dalam mengatur media filter, (2) Memudahkan dalam mengecek kebocoran dan menambal ketika ada kebocoran, (3) Memudahkan untuk membersihkan bagian bawah chamber, (4) Dapat memastikan kualitas air di kolam utama/ kualitas air di kolam utama sudah pasti bagus, (5) Kita tidak akan sering menguras camber jika populasi ikan banyak, (6) Ikan tentu akan lebih sehat, (7) Kolam akan terlihat lebih mewah dan bagus.

          Pengalaman saya dengan ukuran chamber 40 x 50 cm saya mengalami kendala yaitu pada saat kolam di isi air ternyata chambernya ada yang bocor, untuk menambal chamber tersebut sangat sulit karena kedalamannya 1 meter lebih dalam dari kolam 20 cm. Akhirnya biasa tertambal tetapi tidak sempurnya karena hanya bisa dikuas dengan lapisan semen dan damdex dengan tidak merata, masih ada kebocoran tetapi sedikit. Kendala yang lain adalah ketika ingin melapisi chamber dengan cat waterprof, dalam proses pengecannya pun sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lumayan lama, dan hasilnya juga kurang bagus. Yang terakhir kendala yang saya rasakan adalah ketika akan membersihkan sisa-sisa pasir atau kotoran di dasar chamber dan mengeringkan dasaran camber ketika mau dilakukan pengecatan. Menurut saya berdasarkan pengalaman tersebut chamber harus dibuat dengan serius seperti kita membuat kolam utamanya, karena dalam pemeliharaan ikan koi chamber merupakan faktor utama penentu kualitas iar yang ada di kolam, kualitas air akan menjadikan ikan koi hidup dengan bahagia dan sehat. Maka, sebelum membuat ikan koi mu rencanakan dengan baik dan siapkan uang yang cukup, jangan sampai menyesal di kemudian hari.

           Tadi sudah tentang pengurasan dan chamber, selanjutnya adalah paralon pompa dan paralon di instalasi kolam. Kalau kolam saya di instalasi kolamnya menggunakan paralon 2 inci, dengan ukuran kolam tersebut saya merasa sudah benar, karena chamber pompa juga tidak pernah tekor air. Saya menggunakan pompa kapasitas 5.800lph merk sunsun JTP, termasuk irit dalam pemakaian listrik dan saya mencari beberapa referensi memang merk pompa ini terbilang paling irit dalam konsumsi listrik. Paralon 2 Inci ini saya pasang di bottom drain, skimer, paralon kuras, paralon antar chamber sebanyak 2 lubang tiap chamber, yaitu pada chamber 1, 2 dan 3. Saya menggunakan sistem leher angsa, jadi air dari bottom drain dan skimer kolam utama masuk ke chamber 1 dari bawah naik melewati media filter kemudian turun melalui pipa antar chamber menuju ke bawah chamber 2 selanjutnya melalui filter masuk ke pipa lagi dan seterusnya. Kemudian pipa 2 inch tersebut juga di pasang untuk membuang kelebihan air di kolam utama dan di chamber 4, jarak antara bagian atas kolam dengan permukaan air kolam saya buat 20 cm dengan tujuan agar ikan di kolam tidak melompat ke luar kolam, dengan adanya paralon air limpasan kolam maka ketika ada hujan atau kita mengisi kolam lupa mematikan kran, kolam tidak akan meluap airnya, tetapi air akan terbuang melalui paralon limpasan. Sedangkan kegunaan paralon limpasan 2 inci di chamber 4 adalah untuk saluran pembuangan jika kolam atau chamber akan di kuras, jadi paralon di pompa dibuat dua saluran yaitu ke pembuangan dan ke kolam, pada masing-masing saluran tersebut diberikan kran, ketika mau di alirkan ke kolam maka kran pembuangan ditutup, tetapi ketika mau menguras kolam atau chamber kran menuju kolam yang ditutup. Yang menurut saya kurang "sreg" itu pada paralon dari pompa menuju kolam ukurannya terlalu kecil, saya hanya menggunakan ukuran paralon 0,5 inchi, dengan ukuran itu memang air tetap bisa berjalan dengan baik, saya harus mengecilkan ukuran waterfall yang pada awalnya 60 cm menjadi 20 cm agar air bisa membentuk air terjun yang sempurna, saya kurang faham apa itu pengaruh pompa atau pipanya, mungkin jika menggunakan waterfall lebar 60 cm harus menggunakan pompa yang lebih besar kapasitasnya. Tetapi walaupun menggunakan pompa yang lebih besar kapasitasnya, papa yang digunakan untuk menyalurkan air juga harus mendukung kapasitas pompa tersebut, standarnya saya sarankan untuk paralon atau pipa dari chamber pompa menuju kolam adalah pipa 1 inci. Karena pipa yuang sudah dipasang dan dicor pada dinding kolam tidak bisa di ubah ukurannya. Keuntungan pipa ukuran 1 Inci adalah ketika akan mengganti ukuran pompa dengan yang lebih besar tidak akan mengalami kendala, selain itu aliran air dari pompa akan lebih lancar dengan ukuran pipa tersebut. Misalkan kita mau menyalurkan ke waterfall ukuran 1 inchi tetapi ke arus kolam 0,5 inchi, yang penting paralon yang ditanam ukurannya sudah 1 inci bisa di pasangkan sambungan reduce ukuran pipa inci ke 0,5 inci, jadi kita bisa membagi saluran air ke waterfall dan arus kolam dengan lebih baik dan lebih gampang.

kolam koi saya

         Paralon saluran untuk arus kolam penting, jadi di dalam kolam koi itu ada dua arus yaitu arus atas yang berasal dari waterfall dan arus bawah, kedua arus ini memiliku peranan penting menurut saya yaitu untuk mendorong kotoran di kolam biasa kotoran ikan dan sisa makanan menuju skimer dan bottom drain. Jadi dalam perencanaan kolam penting untuk memperhatikan perpipaan arus kolam. Untuk mendukung agar arus ini bisa berjalan dengan baik maka bagian pojok-pojok kolam dibuat cekung, termasuk di sisi bagian dalam kolam. Karena sisi kolam yang berbentuk sudut akan menyebabkan kotoran terkumpul di situ yang mangakibatkan kolam tidak bisa bersih dan bisa membuat ikan mudah terserang penyakit karena ada penumpukan kotoran ikan di dasar kolam dan tidak bisa masuk ke ruang chamber. Arus dalam kolam menurut saya juga harus kencang, karena ikan bisanya senang berenang melawan arus, selain itu dengan aurs yang kencang membuat kotoran di kolam cepat bisa memasuki bottom drain dan skimer.

         Itu tadi sedikit cerita pengalaman saya dalam membuat kolam ikan koi pertama saya, saran saya untuk pemula yang akan membuat kolam ikan koi perhatikan dengan baik rencana pembuatan kolam koi terutama chamber dan perpipaannya, termasuk juga anggaran yang dimiliki, jika dirasa masih kurang anggarannya lebih baik di tunda dulu, karena jika kolam ada yang kurang pas tidak bisa diperbaiki dengan mudah, harus dilakukan pembongkaran / di bangun ulang dan jangan melakukan penghematan anggaran untuk bagian tersebut. Anggaran yang bisa di coret dulu adalah pembelian ikannya, sebelum di pergunakan untuk pemeliharaan ikan, kolam memang harus di biarkan terlebih dahulu kurang lebih kalau milik saya ini 1 bulan, dalam 1 bulan itu di lakukan treatmen air kolam dan pengecekan kebocoran kolam. Terima kasih